Gowa.metro-pendidikan.com. Upaya percepatan dan penanganan bebas stunting, kini Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gowa dapat memfasilitasi penyaluran pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil di setiap desa atau kelurahan.
Program kolaboratif ini dikemas ke dalam rumah Gizi dengan tagline Aksi Stop Stunting (AAS) adalah program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan sasaran pemberian makanan tambahan kepada balita selama 2 bulan dan ibu hamil selama 3 bulan serta berlangsung setiap hari, mulai pukul 10: 00 Wita.
Begitu penjelasan Ketua TP-PKK Desa Panciro Sri Hastuti, S.Kep.Ns saat ditemui media ini di Rumah Gizi Panciro, tepatnya Kantor Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, Rabu (13/8/2025). Penyaluran PMT bagi balita bisa diambil langsung didampingi oleh orang tua mereka atau diantarkan ke rumahnya.
“Balita dan ibu hamil yang menerima tambahan makanan bergizi itu tentu melalui proses pendataan yang akurat dari pihaknya. Khusus di Panciro tercatat 30 orang balita dan 2 orang ibu hamil total 32 sasaran yang mendapatkan makanan tambahan setiap hari yang sudah siap diambil di Rumah Gizi Panciro,” ujar Sri Hastuti yang juga istri Pj Kades Panciro Asram Suhendra, ST. M.AP.
Sri Hastuti yang masuk dalam Tim Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Desa Panciro, program ini mulai berlaku Ahad 10 Agustus 2025 hingga tiga bulan ke depan. Sri Hastuti bertugas setiap hari ditemani Nurul Ilma (Tenaga Pendamping Gizi Desa) dan Reskiana, B (Kader Gizi) dengan tupoksi yang berbeda.
Sri Hastuti juga menjelaskan dalam upaya pengelolaan makanan jadi dari penyaluran PMT dilibatkan TP PKK setempat sebagai bagian upaya pemberdayaan pihaknya. Adapun, ukuran menu dan komposis gizi PMT tersebut sudah diatur dalam petunjuk pelaksanaan dari Provinsi Sulsel melalui Dinas Kesehatan.
Dalam tempat berbeda, Pj Kades Panciro Asram Suhendra mengatakan, Pemerintah Desa Panciro memastikan bahwa penyaluran pemberian makanan tambahan kepada 30 balita dan 2 ibu hamil di Desa Panciro tersebut akan bejalan sesuai harapan.
Apalagi, sebut Asram, penyaluran PMT ini dilakukan secara kolaboratif dan muaranya adalah komitmen bersama untuk menekan angka stunting termasuk gizi buruk yang kini menjadi agenda penting dan prioritas pemerintah.**
Laporan : Darwis Jamal
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tinggalkan Komentar